Perilaku pembelian pelanggan terus bergeser ke arah digital. Tidak hanya konsumen akhir, pelanggan bisnis pun semakin terbiasa mencari informasi produk dan melakukan pemesanan secara online. Banyak perusahaan merespons perubahan ini dengan berjualan melalui marketplace. Langkah tersebut memang membuka jangkauan yang luas, tetapi perusahaan memiliki kendali terbatas atas tampilan brand, struktur biaya, dan yang terpenting, data pelanggan yang dihasilkan dari setiap transaksi.
Toko online mandiri hadir sebagai kanal yang sepenuhnya dimiliki dan dikelola oleh perusahaan. Melalui solusi seperti LapakLapan | OnlineShop, perusahaan dapat mengatur katalog, harga, dan program promosi sesuai strategi bisnisnya sendiri. Setiap transaksi yang terjadi menjadi bagian dari aset data perusahaan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memahami preferensi pelanggan dan merancang penawaran yang lebih relevan. Selain itu, website toko online dengan identitas brand yang konsisten turut memperkuat kredibilitas perusahaan di mata pelanggan.
Kanal online sebaiknya diposisikan sebagai pelengkap, bukan pengganti, dari jalur penjualan yang sudah berjalan. Pelanggan utama tetap dapat dilayani secara langsung oleh tim lapangan yang didukung aplikasi sales canvasing SaleSync, sementara pemesanan ulang dalam skala kecil dapat dilakukan pelanggan secara mandiri melalui toko online. Pembagian peran ini membuat tim sales dapat lebih fokus pada pengembangan outlet dan pelanggan bernilai tinggi. Kuncinya adalah menjaga konsistensi harga dan ketersediaan stok di seluruh kanal.
Untuk menjaga konsistensi tersebut, data dari toko online idealnya terhubung dengan pengelolaan stok, pesanan, dan keuangan perusahaan, misalnya melalui lapanERP. Bagi perusahaan yang membutuhkan pengalaman belanja yang lebih personal, seperti aplikasi pemesanan khusus untuk pelanggan tetap, layanan pengembangan aplikasi mobile dapat menjadi langkah berikutnya. Tim Lapantiga siap membantu Anda merancang kanal penjualan online yang sesuai melalui sesi konsultasi.





